Kamis, 15 Agustus 2013

Beautiful Creature

Aku jatuh cinta. Bukan cinta pada pandangan pertama melainkan cinta yang muncul di hati saat aku mulai mengenalnya, sedikit demi sedikit. Apalagi saat aku mengetahui betapa beratnya hidup yang ia jalani. Hatiku bagai tertusuk dan dipenuhi oleh rasa sakit. Cukup sekian bualan tentang cinta. Jadi sebenarnya, siapa kah ia yang kucinta? Harimau Sumatera. Hahaha. Aku serius, aku jatuh cinta pada binatang yang sudah kuketahui keberadaannya sedari dulu tapi tidak pernah kuperhatikan dengan seksama.


Harimau Sumatera,yang memiliki nama latin Panthera Tigris Sumatrae, adalah salah satu dari tiga harimau kebanggaan Indonesia. Namun sedihnya, Harimau Sumatera adalah jenis harimau Indonesia terakhir yang bertahan hidup sejak saudara-saudaranya, Harimau Bali dan Harimau Jawa, punah dan hilang jejaknya dari muka bumi ini.
Menurut WWF, populasi Harimau Sumatera saat ini terancam oleh beberapa jenis tekanan seperti konflik dengan manusia, perburuan dan perdagangan ilegal, serta kehilangan dan fragmentasi habitat. Laju kehilangan habitat mencapai 5.9% per tahun, termasuk yang terparah dibandingkan dengan yang dialami anak jenis harimau yang hidup di negara lain. Setiap tahunnya Pulau Sumatera kehilangan lebih dari 500 ribu ha hutan dan berganti menjadi area budidaya. Sementara itu, menurut Daftar Merah IUCN tahun 2008, sebanyak 51 ekor harimau sumatera terbunuh setiap tahunnya yang mana 76% merupakan akibat perdagangan gelap. Kondisi ini diperparah dengan kebakaran hutan pada bulan Juni lalu, dimana sebaran 42% hotspot di Riau berada di hutan alam habitat harimau. Saat membaca informasi itu, hatiku terasa miris. Lagi-lagi satu jenis satwa terancam keberadaannya di muka bumi ini karena ulah manusia. Perburuan dan perdagangan ilegal satwa langka semakin lama semakin menjadi-jadi namun belum juga ada tindakan tegas untuk menghentikannya. Tidakkah manusia merasa kehilangan saat Harimau Bali dan Harimau Jawa dinyatakan sebagai satwa yang telah punah?


Perburan terhadap harimau sudah marak dilakukan sejak dahulu. Foto di atas ini diambil antara tahun 1890-1900. Menyedihkan saat mengetahui hewan-hewan ini telah diburu bahkan sebelum Indonesia merasakan kemerdekaan. Harimau Jawa telah punah sejak tahun 1980-an dan Harimau Bali telah punah sebelumnya, pada tahun 1937. Padahal seandainya kedua satwa itu masih ada, tidak kah menjadi kebanggaan Indonesia memiliki tiga jenis harimau?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar