Rabu, 18 Desember 2013

Hardest Week

Minggu-minggu ini mungkin adalah minggu terberat sekaligus minggu terabsurd masa perkuliahan. Beban akademis yang semakin dan semakin menumpuk, beban organisasi yang tidak bersahabat, keluarga yang sudah sangat dirindukan ingin segera bersua, dan kehidupan sosial yang tidak stabil. Semua bertumpuk menjadi satu dan terlalu banyak hal yang berubah dalam kehidupanku belakangan ini. Mengerikan, yah. Mengerikan mengingat aku tidak menyukai perubahan. Aku sudah merasa sangat nyaman dengan kehidupan yang seperti ini, jadi saat tiba-tiba semua berubah, itu membuatku shock. Sudah tidak terhitung berapa kali aku menangis minggu ini. Nyaris setiap hari mungkin, ya. Dan terkadang kamu ada di sana, menenangkanku. Namun di lain hari kamulah yang menjadi alasan tangisku menjadi semakin keras.
Dan aku bingung tidak tahu harus berbuat apa pada hati yang juga menjadi absurd ini.