Senin, 31 Maret 2014

Almost A Month

Hai, sudah hampir sebulan kita memulai hubungan ini. Sedikit banyak aku mulai bisa menyebutmu 'milikku' karena semua yang sudah kita lalui sudah tidak lagi bisa dikatakan kalau kita hanya berteman. Namun mengapa aku semakin sering merasa kalau kita semakin jauh? Benarkah begitu atau itu hanya perasaanku mengingat kesibukanmu sekarang semakin rapat bahkan tidak lagi meninggalkan jeda untukku?
Terkadang aku merindukan masa-masa dulu. Masa saat aku merasa kita lebih dekat daripada saat ini. Masa saat kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mebicarakan sesuatu yang tidak penting di telepon. Masa saat kita bisa menghabiskan seharian berjalan-jalan keliling kota. Masa saat kita lebih banyak tertawa. Semoga ini hanya perasaanku saja. Semoga kamu, dan kita, tidak berubah.
Dan dalam waktu sebulan ini aku akhirnya sadar, kita membawa hubungan ini ke arah yang berbeda. Kamu mengartikan 'serius' di awal hubungan kita dengan cara yang berbeda dengan aku mengartikan 'serius' itu. Bagiku serius berarti kita tidak main-main dengan hubungan ini. Kita akan membawanya ke arah yang lebih jauh, ke jenjang yang lebih tinggi saat sudah waktunya nanti. Namun nampaknya itu hanya anganku. Aku tidak tau makna serius bagimu itu apa, namun yang aku tau, aku bukanlah orang terakhir di hidupmu. Sejak awal kamu sudah berstatement kalau pada saatnya nanti aku akan meninggalkanmu, dan aku sudah lelah berusaha menampik pendapat itu, karena kamu tidak akan mau mendengar. Itu berarti, sejak awal kamu sudah yakin kalau pada akhirnya kita akan berpisah, sangat bertolak belakang dengan aku yang yakin kita akan bahagia bersama. Kamu pun tidak pernah suka bila aku menangis karenamu. Berbeda dengan laki-laki lain yang akan meminta maaf, kamu justru marah bila aku menangisimu karena kamu merasa kamu bukan siapa-siapaku. Dan saat kamu berkata kalau kamu bukan siapa-siapaku, aku tersentak. Jadi begitulah kamu menilai hubungan kita. Dan di titik itu aku tersadar, hubungan kita hanya untuk sementara. Jadi untuk apa aku terlalu memakai perasaanku? Untuk apa aku terlalu mencintaimu yang pada akhirnya kita akan berpisah? Haha, itu teori. Karena pada akhirnya aku akan selalu menuruti semua maumu dan mengalah pada semua maksudmu.
Masih ada empat hari sebelum satu bulan kita. Aku berharap empat hari ini akan berjalan dengan lancar dan baik- baik saja. Selamat satu bulan (lebih awal) untuk kita :)

Selasa, 25 Maret 2014

Are We Officially Dating?

Kita ini apa? Kadang aku pun tidak bisa menjawabnya. Sudah nyaris tiga minggu berlalu sejak malam itu. Aku masih mengingatnya dengan jelas saat kamu menyatakan menyukaiku dan ingin menjalin hubungan yang serius tentang kita. Tapi dengan banyak syarat yang langsung kuiyakan pada saat itu. Namun sekarang aku mulai merasa terkadang syarat darimu memberatkanku. Aku pun tak tau mengapa. Apa kamu yang berubah, atau aku yang menjadi terlalu banyak menuntut?
Sekarang yang dapat kulakukan hanya bersabar dan berdoa agar kamu tidak melupakanku. Aku yang masih akan selalu menunggu di tempat yang sama dengan sabar. Aku yang tidak akan berhenti menyayangimu seperti yang pernah kamu ragukan. Aku tidak akan lagi menyerah seperti yang dulu pernah terbersit di benakku. Aku akan memperjuangkanmu. Aku akan berkorban untukmu. Aku akan melakukan segalanya agar kamu tetap untukku.
Aku tidak masalah dengan segala kesibukanmu yang membuatku harus sabar menunggu sampai kamu bisa meluangkan sedikit waktumu untukku. Aku tidak masalah, asal kamu tetap kembali padaku. Aku tau duniamu begitu membahagiakan dan kamu pun begitu mencintainya, karena itu aku tidak ingin ikut campur di dalamnya karena aku takut aku terkesan terlalu menuntut bagimu. Aku tau kamu tidak suka urusanmu dicampuri. Aku tau kamu tidak suka wanita yang terlalu mengekang. Karena itu aku berusaha menjadi seperti yang kamu inginkan.
Aku tidak masalah saat kamu meminta jangan ada siapapun yang mengetahui hubungan kita. Aku tidak masalah sama sekali karena kamu pun sudah menerangkan alasannya padaku, dan sekali lagi aku berusaha mengerti. Tapi pernahkah kamu membayangkan apa efeknya untukku? Saat aku tidak bisa bercerita ke siapapun di saat kita ada masalah, pernahkah kamu membayangkan bagaimana perihnya harus menanggung semuanya sendiri? Kita adalah dua pribadi yang sangat berbeda, karena itu jangan samakan bagaimana cara kita dalam menanggung masalah. Sadarkah kamu aku menjadi seseorang yang semakin melankolis setelah kita memulai-ntah-apa-namanya-hubungan-ini. Karena aku terpaksa menyimpan semuanya sendiri. Aku tidak bisa menyalurkan emosiku ke siapapun. Dan aku pun tidak bisa membebanimu dengan masalahku yang lain karena aku tau kamu sudah terlalu pusing memikirkan masalahmu sendiri.
Aku berusaha tidak protes saat kamu mengeluh tidak suka apabila aku terus-terusan bertanya apa kesibukanmu hari ini. Kamu merasa aku tidak percaya padamu? Padahal tidak sedikitpun aku berpikir kamu akan mendua atau apapun yang ada di benakmu itu. Aku hanya tersiksa menunggu kabarmu di saat aku tidak tau apa yang sedang kamu lakukan. Apabila aku tau kamu sedang rapat atau apalah itu, setidaknya aku akan tenang dan tidak akan menunggu kabarmu. Sekali lagi, aku berusaha mengerti.