Selasa, 22 April 2014

I Love You Even More

Seminggu ini berjalan dengan indah dan baik-baik saja. Bahkan bisa jadi minggu ini adalah minggu paling indah selama 7 minggu kebersamaan kita. Tentu saja aku berharap minggu-minggu ke depan akan lebih indah, paling tidak seindah minggu ini. Kalau dulu hubungan kita penuh dengan tawa, dan beberapa minggu terakhir penuh dengan air mata, maka minggu ini hubungan kita penuh dengan cinta. Terimakasih, Sayang. Terimakasih, Cinta atas segala perubahanmu. I love you more everyday.
Sejujurnya melupakan pengakuanmu waktu itu bukanlah perkara mudah. Bagaimana bisa kamu dengan ringannya berkata kamu menghilang hanya karena bosan? Dan pada saat itu ketakutanku terbukti, aku mati rasa. Aku tidak lagi menangis saat kamu berkata bosan. Aku hanya merasa masa bodoh. Kalau kamu bosan yasudah, silahkan lakukan caramu untuk menghilangkan bosan itu. Aku tidak lagi peduli. Bahkan saat kamu berkata kalau sebenarnya kamu belum bisa melupakan seseorang dari masa lalumu, aku hanya tertawa ringan. Tidak ada lagi rasa sakit, aku sepenuhnya mati rasa. Sampai saat itu, saat aku berkata kalau aku bisa saja mati rasa karena sikapmu dan kamu langsung menoleh kaget, meminta agar aku tidak melumpuhkan hatiku. Dan rasanya setelah detik itu semua berubah, kamu menjadi orang yang lebih baik, dan aku jauh-jauh lebih mencintaimu.
Aku bersyukur hari ini aku tidak lagi mati rasa. Aku kembali merasa bahagia saat bersamamu, kembali merasa rindu setiap detik tidak mendengar kabarmu, kembali merasa cemburu saat kamu bersama orang lain. Semuanya kembali, dan aku bahagia.
Terimakasih sudah merasa cemburu saat aku bersama orang lain, terimakasih atas segala omelanmu dan wajah kesalmu saat kamu cemburu, terimakasih atas segala ceritamu tentang masa depan, terimakasih karena berubah untuk aku, terimakasih telah menyempatkan waktumu untukku, terimakasih telah terbuka kepadaku, terimakasih atas segalanya, terimakasih telah memilihku. Dan belakangan aku sadar, aku memang tidak menyakitimu sesering kamu menyakitiku, tapi ternyata aku juga tidak menunjukkan cintaku padamu sebanyak kamu menunjukkan cintamu padaku. Aku menuntut keseriusan tapi tidak pernah menunjukkan keseriusanku padamu padahal kamu sendiri sudah beberapa kali mengatakan keseriusanmu (yang maaf, kadang masih kusangsikan). Dan aku baru tersadar saat kamu menuntut keseriusanku. Aku tersentak, karena nyatanya aku tidak pernah berkata aku serius menjalani ini semua. Terimakasih, Sayang. Terimakasih karena berkata kalau kamu serius menjalani hubungan kita. Terimakasih untuk harapan 'cinta kita untuk selamanya'. Terimakasih telah menjadi orang pertama yang menawarkan masa depan untukku. Terimakasih telah menunggu sampai kita menjadi halal satu sama lain. Terimakasih telah menawarkan menulis impian bersama. Aku mencintaimu, selalu, setiap harinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar