Jumat, 18 April 2014

Karena Kamu Tidak Pernah Mengerti

Kamu yang tidak pernah mengerti, atau aku yg terlalu menuntut? Selama ini aku berusaha bersabar. Namun mengapa kita selalu berakhir dengan pertengkaran?
Aku yang terlalu penakut, atau kamu yg terlalu susah untuk dipercaya? Mengapa sampai detik ini begitu susah mempercayai kalau kamu tidak akan pergi begitu saja?
Mungkin ya, trauma itu terlalu membekas. Mungkin ya, aku memang sangat dan terlalu mencintaimu sampai pada kadar yg tidak dapat aku mengerti lagi. Aku terlalu menyayangimu hingga aku tak paham apa yang membuatku selalu mengalah.
Sejujurnya malam ini pun aku masih bersyukur atas air mata yang menetes ini. Karena aku takut air mata ini akan berhenti menetes dan pada titik itu aku benar-benar pergi meninggalkanmu.
Kamu ingin tau alasanku tidak menyetujui ajakanmu malam ini? It's simply simple, aku cemburu dan aku ketakutan. Aku terlalu takut melihat kenyataan yang akan menyakitiku. Dan alasan lainnya? Aku lelah. Aku hanya ingin berbaring dan beristirahat. Melupakan hari yg sibuk dan berat ini dan bersiap menyambut esok hari. Namun selalu, dan selalu, aku gagal mengkomunikasikannya. Aku selalu berakhir menjadi orang yang salah atas apa yg aku lakukan, sekalipun aku tidak bermaksud begitu. Tidak hanya denganmu, bahkan ibuku tidak paham apa mau dan maksudku.
Tidakkah kamu sadar aku cemburu melihat kamu bisa berbagi masalahmu dengan orang lain, sementara padaku kamu hya diam dan berpura pura semua baik baik saja. Kalau hanya tawa yang kamu bagi kepadaku, jadi sesungguhnya kamu anggap aku ini apa? Itulah mengapa aku menjadi defensif belakangan ini dan tidak pernah bercerita masalahku kepadamu. Saat aku tau kegiatanmu dari orang lain, apa kamu tidak tau betapa itu menyakitkan? Jadi sebenarnya, kita ini apa?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar