Senin, 05 Oktober 2015

Once Again, I Failed

Kali ini aku tidak akan bercerita tentang kamu. Aku akan bercerita tentang aku dan keluargaku, yang sesungguhnya sangat ingin aku ceritakan ke kamu, tapi sayangnya saat aku membuka mulut kamu lebih sibuk dengan HPmu dan tidak memperhatikan kata-kata yang kukeluarkan. Karena itu aku memilih bungkam dan menelan semuanya sendiri.
Ya tapi aku sadar, mungkin terlalu egois untuk memintamu mendengar tentang beban dan tekananku di saat aku pun tahu bahwa tekananmu jauh lebih besar. Karena itu, aku pun memaksa diriku untuk bungkam. Walau mungkin bila aku memaksamu mendengar aku yakin kamu akan mendengarnya.
Kamu tau mengapa aku menangis tadi malam? Mengapa aku yang biasanya begitu optimis bisa selemah itu hanya gara-gara satu penolakan? Tidak perlu lah kamu bilang tentang pekerjaan sama dengan jodoh, bahwa pekerjaan yang terbaik sudah digariskan oleh Allah, dan berarti di sana bukan yang terbaik bagiku. Aku sudah tau. Aku paham. Dan sampai detik ini pun aku berusaha ikhlas. Hari ini, perlahan aku mulai bangkit dan mencari ladang pencaharian baru.
Tapi kemarin, aku baru tau tekanan apa yang sebenarnya aku miliki, tekanan yang tidak pernah aku ketahui. Tekanan untuk melindungi keluargaku, karena itu aku harus segera bekerja. Paling tidak agar keluarga besarku tahu, aku tidak lagi meminta uang dari orang tuaku.
 Selama ini aku tidak pernah tau mereka menekan kakakku. Mencibirnya karena ia memilih bersekolah lagi daripada bekerja. Tanpa mereka ketahui ia sudah melakukan segala upaya yang ia bisa untuk mencari pekerjaan. Namun ia hanya belum beruntung. Dan apa yang mereka lakukan? Mencibir pilihannya. Dan karena itu mereka mulai mendukungku. Aku yang dulunya bukan apa-apa, hanya anak yang tomboy dan sering bertingkah seenaknya. Mereka mulai mendukungku, namun mereka akan menentangku mati-matian bila aku berkata, aku akan sekolah lagi.
Kenapa mereka terus menentang di saat orang tuaku sendiri bahkan membebaskan segala pilihan kami? Di saat mereka sendiri tidak pernah ambil pusing apakah kami akan sekolah atau bekerja. Karena mereka percaya apa pun yang kami lakukan, akan kami lakukan dengan cara yang terbaik. Dan apa pun yang kami lakukan, kami akan bertanggung jawab akan pilihan itu.