Kamis, 18 Agustus 2016

I Don't Even Understand What I Want

"Jadi sebenarnya maumu apa?" pertanyaan itu adalah pertanyaan yang sudah berminggu-minggu ini aku tanyakan kepada diriku sendiri. Dan sejujurnya, sampai detik ini aku pun tidak bisa menjawabnya. Karena aku tidak tahu apa yang aku mau. Aku tidak bisa menerima perasaanmu, namun aku tidak ingin kehilanganmu sebagai seorang teman dekat. Aku masih ingin dekat dan menghabiskan waktu denganmu, namun aku tidak ingin memberimu harapan. Lalu, aku harus apa? Apalagi setelah belakangan ini hubungan kita jelas-jelas berubah. Kamu berubah, sementara aku pun semakin tidak memahami hatiku. Dalam sehari aku ingin kita bisa sedekat dulu. Namun di hari berikutnya aku tidak ingin bertemu denganmu. Bahkan aku tidak bisa memahami hatiku sendiri.
Kadang aku berterimakasih karena kamu kembali menghadirkan kupu-kupu di hatiku. Namun kadang semua terasa terlalu menyakitkan, dan aku ingin semua kupu-kupu ini mati saja. Sampai belakangan ini aku tidak lagi merasa ada kupu-kupu di hatiku. Aku hanya merasa kosong, kesepian. Dan aku berharap kita bisa kembali seperti dulu lagi. Obrolan itu, tawa itu, segala pesan singkat itu.
Tapi kemudian aku sadar, mungkin kita memang tidak seharusnya bersama. Karena aku sudah bersamanya. Dan aku pun terlalu peduli padamu untuk menyakitimu. Untuk seegois itu membiarkan kamu mendekatiku tanpa ada sedikitpun rasa akan menerima perasaanmu. Atau mungkin aku hanya takut pada diriku sendiri? Aku takut aku tidak akan bisa bertahan bila kamu terus ada di sana. Bila kita terus bersama. Mungkin akan ada hati yang terluka. Dan maafkan aku karena memilih dia. Sementara aku tahu, sebagian hatiku ada padamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar